Sistem Operasi membuat komputer komputer menjadi lebih mudah dan menarik serta nyaman digunakan. Tanpa sistem operasi, pengguna tidak dapat menjalankan program aplikasi pada komputer, kecuali program booting. 


1. IGOS Nusantara (IGN)

IGOS Nusantara disingkat IGN adalah sistem operasi dengan perangkat lunak legal, handal dan tanpa membayar lisensi untuk pengguna di Indonesia. IGOS Nusantara dikembangkan oleh Pusat Penelitian Informatika Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia bersama dengan komunitas. IGOS Nusantara secara konsisten dikembangkan sejak tahun 2006. Setiap tahun dikeluarkan versi baru. Versi pertama dirilis tahun 2006 memakai nama IGN 2006 (R1), lalu IGN 2007 (R2), IGN 2008 (R3), IGN 2009 (R4), IGN 2010  (R5) dan IGN 2011 (R6). Mulai rilis ketujuh atau R7, IGOS Nusantara tidak memakai kode tahun. Sejak IGN 8.0, selain versi 32bit juga tersedia versi 64bit. Tahun 2014 tersedia rilis sepuluh atau IGN X.

Selain menyediakan varian Desktop, distro berbasis Fedora ini juga menyediakan varian Server (saat ini sudah memasuki versi 2.0) dan varian untuk arsitektur ARM—bisa difungsikan sebagai lingkungan Internet of Things. Tidak hanya berperan menyediakan sistem operasi yang handal, tim pengembang IGN juga memiliki sub-proyek IGNSDK. Sebuah tool untuk mengembangkan aplikasi desktop berbasis teknologi web.


IGOS Nusantara dapat dipakai oleh pengguna yang sehari-hari bekerja di depan komputer dengan berbagai latar belakang. Pengguna komputer dapat memakai IGN untuk menjaga data mereka, karena sistem operasi IGN kebal terhadap beragam virus dan memiliki mekanisme atau pengaturan keamanan yang baik. Berbagai aplikasi yang disiapkan pengembang IGN  mampu menjawab beragam kebutuhan pengguna dari berbagai kalangan, seperti pengguna umum, sekretaris, profesional, desainer grafis, mahasiswa, pelajar, dan lain-lain.

Fitur Utama IGOS Nusantara

IGOS Nusantara dilengkapi dengan berbagai perangkat lunak baru. Kernel sebagai inti sistem operasi pada IGN telah menggunakan Kernel Linux yang mutakhir. IGN X.0 telah memakai kernel Linux versi 3.17.3.

Berikut ini beberapa paket atau aplikasi yang ada di IGOS Nusantara:
  • Aplikasi Perkantoran: LibreOffice
  • Aplikasi Grafis: Gimp, Inkscape, Blender
  • Aplikasi Internet: FireFox, Pidgin, Thunderbird
  • Aplikasi Multimedia: Gnome Player, XMMS, Audio Mixer, VLC
  • Aplikasi Bantu: GParted, k3b, brasero, ntfs-3g


Kelebihan IGOS Nusantara
IGOS Nusantara memiliki beragam kelebihan, antara lain:
  • Pengembangan yang konsisten, tiap tahun tersedia versi baru
  • Pengembangan dilakukan oleh LIPI bersama komunitas open source Indonesia
  • Menggunakan Bahasa Indonesia
  • Tampilan (grafik, ikon, kertas dinding) bernuansa Indonesia
  • Tersedia beragam pilihan media: LiveCD, DVD instalasi, LiveUSB
  • Tersedia pilihan Desktop: Cinnamon, GNOME Classic, GNOME3, KDE, LXDE, MATE, OpenBox, XFCE
  • Tersedia server repositori yang terhubung di IIX
  • Tersedia beragam media untuk bantuan ke pengguna: Milis, Forum, Wiki, Buku Panduan, Surat Elektronik





2. BlankOn
BlankOn merupakan salah satu proyek open source populer di Indonesia. Digawangi oleh Yayasan Penggerak Linux Indonesia (YPLI), BlankOn Linux diluncurkan pertama kali pada tanggal 10 Februari 2005. BlankOn dibangun sesuai dengan kebutuhan umum para pengguna komputer di Indonesia, khususnya bagi kebutuhan computing pada dunia pendidikan dan kebutuhan perkantoran. Bisa dikatakan,

BlankOn merupakan salah satu distro Linux buatan dalam negeri yang paling konsisten dalam melakukan pembaruan atau update. Pengembangan BlankOn dilakukan secara terbuka dan gotong royong, sehingga siapa saja bisa turut berkontribusi untuk mengembangkan BlankOn agar menjadi lebih baik. BlankOn Linux juga bisa didapatkan oleh siapa saja tanpa perlu membayar untuk mengunduhnya. Bahkan, Anda bisa mendistribusikannya dan membagi-baginya secara bebas tanpa batas kepada siapa saja.

Pada awalnya, di versi 1.0 dan 1.1, BlankOn dibangun dengan basis sistem Fedora. Selanjutnya, versi 2 (Konde), 3 (Lontara), 4 (Meuligoe), 5 (Nanggar), 6 (Ombilin), dan 7 (Pattimura) berbasiskan Ubuntu. Nah, dimulai versi 8 (Rote), distro berlogo OI ini menggunakan Debian sebagai basis sistemnya.

Yang cukup membanggakan, BlankOn pernah masuk ke 100 besar Linux dunia.

Fitur Pada BlankOn Os
BlankOn 6.0 berisikan berbagai perangkat lunak bebas dan terbuka untuk keperluan desktop, laptop dan workstation. Perangkat lunak yang tersedia juga bisa ditambah dengan perangkat lunak lainnya agar sesuai dengan keperluanya

Secara umum, fitur-fitur dari BlankOn versi 6.0 adalah sebagai berikut :
  • Menggunakan kernel Linux versi 2.6.32 yang sangat stabil dengan dukungan perangkat keras yang sangat banyak,
  • Perangkat lunak untuk keperluan Anda berkomputer, seperti keperluan perkantoran, grafis, internet, multimedia, dsb.
  • Antarmuka menggunakan Bahasa Indonesia, sehingga bisa lebih dimengerti oleh orang awam,
  • Sudah menyertakan dukungan format multimedia yang lengkap, seperti untuk memutar mp3, DVD, dan format lainnya,
  • Menggunakan tema dan tampilan grafis khas Indonesia.


·         Desktop berkonteks, di mana layar komputer akan berubah sejalan dengan perubahan konteks di luar komputer.



3. Grombyang OS
Sistem Operasi Grombyang OS adalah pengembangan atau remastering salah satu distro Linux yakni Xubuntu 14.04.3 oleh grOS-TEAM menjadi sebuah OS distro lokal yang kami beri nama Grombyang OS atau biasa di sebut dengan grOS.

GrombyangOS di desain sebagai sistem operasi berbasis pendidikan, yang mana di dalamnya juga sudah dilengkapi dengan aplikasi pendidikan seperti LibreOffice, Kalzium, BKchem, KAlgebra, KBruch, KGeography, Othman Quran Browser. Selain itu Grombyang OS juga dilengkapi dengan aplikasi multimedia meliputi audio dan video.

Dalam Perjalananya sekarang grOS sudah mencapai versi 2.0, menggunakan desktop xfce yang ringan.


4. TeaLinux OS
TeaLinuxOS adalah distro Linux turunan Ubuntu yang dikembangkan oleh Dinus Open Source Community (DOSCOM) yang berorientasi pemrograman. Dengan menghadirkan filosofi, TeaLinuxOS dikembangkan secara terbuka dan bersama-sama untuk menghasilkan distro Linux pemrograman yang dikhususkan untuk dunia pendidikan. TeaLinuxOS membawa filosofi “Nikmatnya sebuah racikan”.

Pertama kali dirilis, TeaLinuxOS menggunakan desktop environment default GNOME. Kemudian untuk versi 4 ke atas memakai LXDE.
Sampai sekarang, pengembang TeaLinuxOS sudah merilis 8 versi; versi 1.0 (Green Tea) berbasis Ubuntu 8.04, 2.0 (Black Tea) berbasis Ubuntu 9.10, 3.0 (White Tea) berbasis Ubuntu 10.10, 4.0 (Oolong Tea) berbasis Lubuntu 11.10, 5.0 (Kukicha Tea) berbasis Lubuntu 12.10, versi 7.0, dan versi 8.0.
Fitur Fitur pada TeaLinux OS

  • Tea Module Installer

Tea Module Installer adalah aplikasi yang memudahkan pengguna memasang aplikasi dengan mudah, cepat dan offline. Cukup pasang, hanya yang kamu butuhka
  • Tea Theme Switcher

Beralih tema dengan sekali klik! Secara bawaan, TeaLinuxOS memiliki dua mode tema, Developer mode (Dark) dan Normal mode (Light). Dengan Theme Switcher ini bergonta-ganti tema semakin cepat dan mudah.
  • Fitur Lapor Hama

Lapor Hama merupakan aplikasi untuk pelaporan hama TeaLinuxOS secara umum. Pelaporan menggunakan fitur Issues yang ada pada Github. Penggunaan Github karena memudahkan pengembang & pengguna dalam menyelesaikan & melaporkan suatu hama.

5. Codernate Linux
Codernate merupakan distro buatan komunitas IT ternate yang system operasinya berbasis Arch Linux. Mengapa Arch Base? yah Arch menyajikan lingkungan instalasi yang sederhana (tanpa GUI), dikompilasi untuk arsitektur i686/x86-64. Arch itu ringan, fleksibel, dan sederhana.  Filosofi desain dan implementasinya membuatnya mudah untuk dikembangkan dan dibentuk menjadi sistem apapun yang Anda buat dari konsol minimalis hingga desktop mewah yang kaya fitur. 

Nama Codernate Linux sendiri merupakan sistem operasi berbasis Linux yang dibangun oleh tim Codernate yang didirikan oleh Mochammad Ridwan salah satu penggiat dan pemerihati GNU/Linux yang berasal dari Maluku Utara dan merupakan ketua divisi sistem operasi yang ada di Zona IT Ternate sejak tahun 2015 sampai dengan sekarang.

Codernate Linux v3 “Gunange” hadir dengan Desktop Envitonment GNOME yang sudah dapat dipastikan mudah untuk digunakan. Gnome-theme dan icon-theme yang bersinergi dan dimodifikasi secara baik dan penuh perhitungan dari Tim pengembang untuk menjaga kenyamanan penggunaan. Aplikasi bawaan yang cukup membantu kebutuhan seperti aplikasi perkantoran, multimedia dan browser yang tersedia secara default. Tidak hanya itu saja, Codernate Linux v3 “Gunange” pun tersedia paket minimum untuk digunakan dalam kompetisi Capture The Flag dan bagi Auditor Digital Forensik dalam penelusuran dan analisis data digital secara mandiri.

Aplikasi yang terdapat di Codernate Linux
  • Untuk aplikasi perkantoran Codernate Linux sudah menyiapkan WPS Office dengan tampilan yang mirip dengan Microsoft Office.
  • Aplikasi multimedia yang lengkap, dari sekedar memutar lagu favorit maupun video dan film.
  • Aplikasi Full Stack Web Developer, Codernate Linux telah menyediakan mysql server, HTTPD server (Apache) sebagai server lokal, PhpMyAdmin sebagai pengolah basis data, SSH sebagai pengendali komputer jarak jauh, BIND9 untuk pembuatan DNS lokal, SublimeText, Geany, Bracket dan Pingendo sebagai text editor untuk mempermudah pengetikan baris code dalam pembuatan sebuah website.
  • Aplikasi untuk menjalankan program Microsoft Windows (wine). Masih banyak program aplikasi atau software yang hanya dibuat berbasis Microsoft Windows, ini jelas menyulitkan pengguna open source, untunglah beberapa aplikasi dijalankan menggunakan Wine, atau bila Wine tidak mendukung aplikasi tersebut, pengguna dapat menggunakan aplikasi berbayar yang mendukung aplikasi Microsoft Windows tersebut.
  • Dan beberapa tools yang dibutuhkan oleh pengguna komputer. Menyediakan antarmuka, aplikasi yang simpel jelas merupakan peluang dan tantangan bagi seluruh pecinta, pemerhati, pengguna, dan pengembang open source. Peluang ini harus di ambil oleh semua pecinta Linux untuk mewujudkannya, apapun distro yang dipakai.